TPNPB Kodap IV Sorong Raya Umumkan Laporan Perang dan Hasil Penyitaan Logistik Militer Indonesia di Maybrat
TPNPB Kodap IV Sorong Raya Umumkan Laporan Perang Dan Hasil Penyitaan Logistik Militer Indonesia Di Maybrat
Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 25 Maret 2026
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap IV Sorong Raya, Brigjend Denimos bersama Wakil Panglima, Kolonel Zakarias Fatem dari markas TPNPB bahwa kami bertanggung jawab atas penyerangan pos Marinir dan pos militer Indonesia di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua pada 22 Maret 2026 pagi.
Penyerangan tersebut di pimpin langsung oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya, Mayor Manfred Fatem, Komandan Kowip II Rumana Samuel Asem, bersama Komandan Kowip I Rutis Barnabas Muk dan 9 Batalyon sehingga berhasil menembak 8 orang aparat militer Indonesia tewas di dua lokasi yang berbeda sementara 1 anggota TPNPB gugur atas nama Alfons Sorry dengan jabatan Wakil Komandan Batalyon Buaya dan kami juga berhasil menyita satu pucuk Ssnjata FN Minimi MK3 buatan Belgia, satu pucuk senjata M4 , 2 unit magazen dan 49 butir amunisi kaliber 5.56. Seluruh logistik militer Indonesia yang telah disita telah menjadi aset TPNPB Kodap IV Sorong Raya dan akan digunakan dalam medan perang di Papua demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua sehingga seluruh logistik militer Indonesia yang telah di sita tidak akan dikembalikan melalui siapapun karena pertempuran yang terjadi hanya untuk kemerdekaan bangsa Papua. Kami juga meminta kepada seluruh Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI, Agus Subianto agar mengakui seluruh anggotanya yang telah tewas selama pertempuran terjadi di Maybrat serta negara indonesia harus mengakui TPNPB setelah berhasil menewaskan banyak aparat militer Indonesia dalam perang di Papua dan berhenti stigmaniasi TPNPB sebagai kelompok kriminal.
Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya bahwa perang untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua akan tetap dilakukan sampai dunia kiamat dan korban jiwa dari warga sipil serta harta benda akan terus meningkat di seluruh Tanah Papua maka sebelum terjadinya korban jiwa yang berlebihan dari pihak sipil maka kami meminta kepada negara-negara anggota PBB atau lembaga-lembaga internasional yang diakui oleh dunia untuk dapat memfasilitasi perundingan antara TPNPB dan pemerintah Indonesia dibawa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam penyelesaian konflik bersenjata di Tanah Papua. Karena akibat dari konflik tersebut telah mengakibatkan 105.878 warga sipil mengungsi secara internal di Tanah Papua dalam laporan yang keluarkan oleh lembaga HAM Internasional atau Human Rights Monitor serta banyak korban jiwa dan harta benda yang tak terhitung sementara warga sipil yang mengungsi akibat konflik bersenjata telah diabaikan oleh negara serta kurangnya kebutuhan makanan dan obat-obatan bagi para pengungsi terutama bayi, anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan pertolongan utama namun tidak adanya bantuan kemanusiaan baik secara nasional dan internasional sehingga mengakibatkan tinggi kematian bagi para pengungsi yang bertahan hidup di hutan-hutan tanpa lampu serta tidak ada layanan kesehatan bagi mereka.
TPNPB Kodap IV Sorong Raya juga menyatakan sikap bahwa;
1. Disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, Bupati Maybrat dan jajarannya bahwa TPNPB Kodap IV Sorong Raya tidak membutuhkan pembangunan jalan, jembatan maupun uang. Perang yang dilakukan hanya untuk kemerdekaan bangsa Papua sehingga negara harus mengakui itu.
2. Aparat militer Indonesia yang sedang mendirikan pos-pos militer di perkampungan warga sipil segera ditarik keluar dan hentikan melakukan penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil selama anda masih menduduki di pemukiman warga. Jika mau kejar kami silahkan datang ke Markas TPNPB didalam hutan kami siap layani dengan senjata hasil sitaan.
3. Seluruh pos-pos militer Indonesia yang didirikan di pemukiman warga sipil kami telah mengetahui itu dan kami akan berada di situ sehingga penyerangan yang telah dan akan terjadi itu TPNPB yang lakukan bukan warga sipil sehingga berhenti melakukan serangan balasan terhadap warga sipil.
4. Seluruh pengguna mobil dan motor jalan di wilayah zona merah diminta agar kaca mobil dan helm di buka, jika tidak mendengar ultimatum ini maka kami siap tembak karena itu adalah agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang telah memasuki wilayah konflik bersenjata.
5. Kami juga menegaskan kepada DPR, Bupati dan pejabat-pejabat pemerintah kolonial Indonesia di Maybrat bahwa seluruh wilayah Aifat Timur dan Kabupaten Maybrat pada umumnya kami tetapkan sebagai wilayah operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya sehingga apapun ucapan yang disampaikan oleh pemerintah kolonialisme Indonesia terkait keadaan wilayah tersebut sudah aman adalah tidak benar atau bohong, warga sipil jangan pernah percaya karena TPNPB masih melakukan operasi.
6. Disampaikan kepada seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang bekerja sebagai pedagang kaki lima, tukang ojek, tukang bangunan, ASN dan imigran Indonesia yang sedang mencuri emas dan hasil kekayaan alam Papua agar segera keluar dari wilayah perang, jika kami ketemu siap di eksekusi mati. Ini sebagai ultimatum kami TPNPB Kodap IV Sorong Raya yang harus di patuhi oleh seluruh warga imigran Indonesia.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi juga mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya serta lembaga kemanusiaan baik secara lokal, nasional dan internasional agar segera bebaskan seluruh warga sipil yang ditangkap, ditahan dan sedang di intimidasi oleh aparat militer Indonesia di dalam pos-pos militer Indonesia akibat penyerangan dan kontak senjata antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia di Maybrat yang mengakibatkan banyaknya jatuhnya korban jiwa dari aparat militer Indonesia. Karena penyerangan tersebut benar-benar kami TPNPB Kodap IV Sorong Raya yang lakukan serta tidak adanya keterlibatan seluruh warga sipil yang ditahan saat penyerangan yang kami lakukan.
Demikian Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 25 Maret 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.
Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.
Jenderal Goliath Tabuni
Panglima Tinggi TPNPB-OPM
Letnan Jenderal Melkisedek Awom
Wakil Panglima TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Terianus Satto
Kepala Staf Umum TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM