Masyarakat Sampaikan Aspirasi Kantor DPRK Puncak Papua Bergema
PAPUA // Hari ini, langkah kaki masyarakat Puncak Papua menggema menuju kantor DPRK sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang terus dibiarkan. Mereka datang bukan sekadar berkumpul, tetapi membawa suara luka, duka, dan tuntutan atas keadilan yang hingga kini belum terjawab.
Aksi ini dipicu oleh peristiwa yang terjadi di Distrik Sinak, sebuah tragedi yang diduga mengandung pelanggaran HAM berat terhadap masyarakat sipil. Bagi warga, peristiwa itu bukan hanya angka atau laporan, melainkan kenyataan pahit yang merenggut rasa aman dan kemanusiaan. Dalam diamnya negara, masyarakat memilih untuk bersuara.
Di depan gedung DPRK Kabupaten Puncak Papua, tuntutan disampaikan dengan tegas: negara harus hadir, pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam, dan seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut harus diproses secara adil dan transparan. Mereka mendesak adanya investigasi independen, perlindungan terhadap korban, serta kejelasan hukum tanpa intervensi.
Aksi ini juga menjadi bentuk kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus tersebut. Bagi masyarakat, keadilan tidak bisa ditunda, apalagi dinegosiasikan. Setiap keterlambatan adalah pengabaian terhadap penderitaan korban.
Lebih dari sekadar demonstrasi, ini adalah jeritan kolektif rakyat yang menuntut pengakuan dan keadilan. Mereka ingin memastikan bahwa tragedi di Sinak tidak hilang begitu saja dalam arus waktu, dan bahwa negara benar-benar berpihak pada kebenaran.
Hari ini, masyarakat Puncak Papua telah menunjukkan bahwa ketika keadilan tak kunjung datang, maka suara rakyatlah yang akan menjemputnya.
puncak Papua
Senin 20 April 2026
savemasyarakatpuncak hidupmasyarakatsipil hidupkorban hidupmasyarakatsinak
hidupsipil
Related Articles